Karanganyar, Gatra.com - Tempat isolasi terpusat bagi warga terpapar Covid-19 mulai dibuka di gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Karanganyar. Daya tampungnya 88 tempat tidur.
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan sudah waktunya membuka tempat isolasi terpusat. Tempat itu menampung pasien Covid-19 tak bergejala maupun bergejala ringan yang tidak memungkinkan isolasi mandiri di rumah. Di rumah mereka, terdapat risiko penularan ke anggota keluarga lain. Sebagaimana diketahui, klaster keluarga mendominasi kasus penularan Covid-19 di Karanganyar.
"Setahun lalu, gedung BLK sudah pernah dipakai isolasi nakes. Ini mau dipakai lagi biar warga isolasi secara terpusat," kata Juliyatmono kepada wartawan usai meninjau kamar BLK di Desa Bangsri, Karangpandan, Sabtu (10/7). Mereka yang akan mengisi perlu mendapat rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK).
Dia menuturkan, kapasitas BLK Karangpandan dapat menampung sebanyak 88 orang. Akan tetapi demi kenyamanan, tidak semua tempat tidur digunakan mengingat akan dilakukan penataan terlebih dahulu.
"Kalau masyarakat lebih disiplin dan lebih aman terjaga di rumah ya monggo. Karena varian ini penularannya cepat. Supaya lingkungan terhindar dan terjaga, kita mohon keikhlasannya menyehatkan diri di BLK," terangnya.
Pemkab Karanganyar akan menggandeng ormas untuk ikut membantu penjagaan di BLK Karangpandan. Pasalnya tempat isolasi terpusat ini harus dijaga selama 24 jam. Lebih lanjut, upaya menggandeng relawan juga dilakukan untuk ikut memantau para warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah.
Selain pemenuhan makanan bergizi bagi para warga yang menjalani isolasi mandiri, mereka juga akan mendapatkan treatment seperti senam pagi selama menjalani isolasi. Warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan status OTG akan menjalani isolasi mandiri di BLK minimal selama 10 hari.
Kepala BLK Karanganyar, Sukino mengatakan tempat tidur yang disiapkan bagi isoman jenis single bed. Ia belum tahu kapan isoman mulai mengisi BLK. Namun semua kebutuhan sudah disiapkan. Termasuk posko penjagaan.
"Di posko ada petugas jaga yang memantau keluar masuk isoman. Yang sudah sembuh juga akan terdata," katanya.