Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 berlangsung pada 9 Desember. Ratusan pasangan calon memperebutkan suara pemilih untuk menjadi pemimpin di 270 wilayah yang menggelar pilkada serentak tahun ini.
Sekar Sari, salah satu pemain utama, yakni Juru Pengarah Perempuan di film "Ayun-Ayun Negeri" besutan Sutradara Garin Nugroho, mengatakan bahwa memilih calon pemimpin, termasuk kepala daerah dan wakilnya, harus menggunakan hati nurani dan jangan menggadaikan suara.
"Hak pilih kita sangatlah berharga. Hak pilih jangan mudah tergadai oleh iming-iming yang murah dan fana," ujarnya kepada Arif Koes Hernawan dari GATRA, sehari jelang pilkada 2020.
Pendatang baru terbaik di Indonesia Movie Awards 2016 dan aktris terbaik di Usmar Ismail Awards 2016 itu, meski tak ikut mencoblos karena Kota Yogyakarta tak menggelar pilkada, menyampaikan bahwa muatan film teater musikal hasil kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, sangat relevan dengan pilkada.
"Di film disampaikan juga bahwa pemilu tahun 1955 jujur, bersih, adil. Padahal, tahun segitu masih banyak yang buta huruf dan miskin. Semoga bisa jadi pengingat bahwa bangsa kita adalah bangsa yang bermartabat," tutur peraih Best Performance di Singapore International Film Festival 2014 itu.
Kembali soal jangan gadaikan suara, aktris kelahiran Yogyakarta ini menyampaikan, bangsa Indonesia telah menempuh perjalanan panjang. "Bahwa Tanah Air kita pernah diperebutkan dan digadai," ujarnya.
Menurutnya, setiap revolusi industri di Indonesia tak menjadikan masyarakat sipilnya sehat, produktif, dan kritis. Masyarakat perlu terus mengkritisi melalui berbagai cara, seperti pantun dan jangan sampai terbuai oleh lukisan mooi indie hingga media sosial yang marak akan citra diri. "Selamat memilih menggunakan nurani," ucap pemeran utama di "Siti", film terbaik di Festival Film Indonesia 2015.