Hari Setiyono piawai memainkan sulap. Ia menunjukkan kebolehannya menjadikan ring berdiameter sekitar 10 sentimeter tersangkut di rantai. Padahal, ring itu tidak dimasukkan ke dalam rantai ketika dilepas dari arah atas.
Pria yang kini menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) ini menunjukkan kemahirannya di hadapan awak media pada Sabtu malam pekan lalu.
Hari menantang dan akan memberikan hadiah jika ada yang bisa membuat ring itu nyangkut setelah dilepas dari arah atas. Namun, tidak satu pun jurnalis dalam acara silaturahmi dengan Jaksa Agung Intelijen (Jamintel), Sunarta, mampu melakukannya.
Hari kepada wartawan Gatra Iwan Sutiawan di Jakarta pada Rabu, 2 Desember lalu, menceritakan ikhwal kepiawaiannya memainkan sulap. Ia mempelajarinya dari mertua yang merupakan psikolog. Dia mengobati orang menggunakan hipnoterapi, di antaranya menyugesti pasien dengan berbagai permainan.
Hari mulai mempelajari berbagai permainan dari mertua, salah satunya membuat ring tersangkut di rantai. "Banyak sih permainan-permainan lainnya. Ada beberapa alat untuk bermain teknik begini, ada yang menggunakan sendok dan garpu," ujarnya.
Mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sumatera Selatan (Sumsel) ini mengaku tidak butuh lama untuk mempelajari permaianan ini. "Lima sampai sepuluh menit sudah bisa, begitu dikasih clue-nya," ia menjelaskan.
Menurutnya, ini bukan sulap melainkan soal permainan kecepatan tangan dan teknik memainkan suatu benda. "Tidak ada yang disembunyikan, tapi bermain di kecepatan tangan. Biasanya saya akan mengubah konsentrasi teman-teman, misalnya tatap mata saya. Pasti kan kosentrasinya ke saya," ujarnya.