
Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) berencana membuka serentak gedung bioskop di seluruh Indonesia pada September ini. Saat ini, GPBSI sedang mengurus surat izin pembukaan bioskop. Tetap hati-hati, agar tak semua terkendali.
Sayangnya, pemerintah daerah belum memberi sinyal positif. Mereka masih berkonsentrasi di bidang lain. Di luar sisi kesehatan, pemerintah daerah tengah fokus untuk menyiapkan pembukaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah.
Setidaknya, langkah itulah yang diambil Pemkab Banyumas Jawa Tengah. Mereka belum mengizinkan bioskop beroperasi kembali, meski Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pusat mewacanakan untuk membuka bioskop dengan protokol kesehatan.
Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus di bidang pendidikan. "Bioskop di Banyumas belum akan dibuka. Kita konsentrasi di persiapan simulasi belajar tatap muka," kata Husein.
Dia mengaku, pihaknya juga tengah konsentrasi terhadap program perlindung orang berisiko tinggi Covid-19. Program tersebut juga telah disampaikan pada berbagai kesempatan.
Sementara itu, Manajer CGV Cinemas Purwokerto, Reza berharap, pemkab memberikan izin untuk membuka bioskop yang telah ditutup sejak akhir Maret lalu. "Pada prinsipnya, kami masih menunggu restu Gugus Tugas Covid-19 Banyumas. Pasti kita inginnya membuka, kalau yang dipusat sudah memperbolehkan dibuka ya kita ikut," ujar Reza.
Reza mengaku, CGV Cinema Purwokerto sudah menyiapkan protokol kesehatan di bioskop sejak jauh hari. Namun, hingga saat ini, pihaknya masih menunggu izin dari pemerintah setempat.
Dihubungi terpisah, Humas Rajawali Cinema Purwokerto, Eni Kuswati mengatakan, pihaknya juga telah melakukan sejumlah persiapan untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru. Protokol kesehatan yang akan diterapkan di antaranya pengecekan suhu penonton. Pengunjung yang suhunya lebih dari dari 37,5 derajat Celcius tidak diperkenankan masuk.
Pengaturan social distancing berlaku untuk tempat pembelian tiket, tempat pembelian snack, kursi lobi dan ruang tunggu maupun di dalam studio. Seluruhnya diatur dengan menggunakan tanda jaga jarak.
"Misal menyediakan tempat untuk cuci tangan dan sabun di beberapa pintu masuk, menyiapkan thermogun, hand sanitizer, setiap saat kita selalu adakan penyemprotan di area lobby juga di dalam studio dengan menggunakan disinfektan," kata Eni.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menilai, pengusaha bioskop sebenarnya bisa melakukan inovasi berupa bioskop drive in yang pernah dilakukan di Marina Convention Centre (MCC) Semarang beberapa waktu lalu. Sebab dengan melihat bioskop secara drive in, penonton akan mempersiapkan diri dengan baik di mobil masing-masing dan mengurangi resiko penularan. “Saya menyarankan kalau bisa bioskopnya itu dengan drive in. Pengusaha bioskop membuka itu. Jadi, bioskopnya tetap jalan, masyarakat aman,” ujar Ganjar.
Namun, lanjut dia, bila memang dipaksakan gedung bioskop buka seperti biasanya, pengelola agar mempersiapkan betul protokol kesehatan. Pengelola supaya memasang hepa filter di gedung bioskop masing-masing dan dilengkapi UV agar penonton merasa aman. Potensi penularan Covid-19 di dalam gedung bioskop cukup tinggi, karena posisinya yang tertutup rapat sehingga virus mudah menyebar. Muh Slamet