Jakarta, Gatra.com - Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian mengatakan infrastruktur menjadi bagian yang sangat penting dalam peningkatan daya saing ekonomi negara.
“Jaringan jalan penting karena competitive index kita itu dibanding tetangga kita masih belum cukup kompetitif. Demikian juga dampaknya terhadap Logistic Performance Index (LPI). Jadi ini berpengaruh pada daya saing ekonomi kita. Salah satu faktor dari LPI ini adalah masalah infrastruktur khususnya jalan,” katanya dalam acara Penganugerahan Gatra 2020 secara virtual, Kamis (27/8).
Oleh karena itu, lanjut Hedy, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas serta kinerja infrastruktur khusunya jalan. Lantaran, salah satu faktor penting yang mempengarungi daya kompetisi dalam LPI yakni waktu tempuh. Saat ini, waktu tempuh rata-rata di Indonesia masih berada pada angka 2,5 jam per 100 Kilometer.
“Ini yang ingin kita turunkan sehingga mencapai level kompetitif di bawah 2 jam per 100 Km. Atau kalau bisa setara dengan Malaysia yang berada di angka 1,5 jam per 100 Km, atau rata-rata kecepatannya 60 Km/jam,” ujarnya.
Inilah alasan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir gencar membangun insfrastruktur jalan khususnya jalan tol. Menurut Hedy, jalan tol saat ini menjadi tulang punggung peningkatan kecepatan waktu tempuh. Bahkan, pembangunan jalan tol ini ditargetkan mencapat 2.500 kilometer pada tahun 2024 mendatang.
“Sekarang ini posisinya sekitar 2.000 km, dan idealnya kita punya jalan tol itu, berdasarkan hitungan kami sekitar 10 ribu kilometer. Kemudian juga non-tolnya baik yang sifatnya untuk mengatasi kemacetan di persimpangan dengan fly over atau membuat jalan pintas atau shortcut,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2015 hingga 2018 lalu, pemerintah telah berhasil membangun lebih dari 1.000 kilometer jalan tol. Demikian pula dengan pembangunan jalan non-tol serta pembangunan jembatan. Sayangnya, saat ini pemerintah menghadapi permasalahan pembiayaan lantaran kondisi ekonomi yang merosot akibat pandemi Covid-19.
“Sejauh ini kita memang pembangunan jalan tol kita di 2015-2018 cukup bagus di atas target 1.000 km, demikian juga pembangunan jalan dan juga pembangunan jembatan kita. Ini kita on the right track, tapi masalah utama kita adalah masalah pembiayaan,” ucap Hedy.