Home Gaya Hidup Fernanda Ciandra & Pembelajaran Jarak Jauh

Fernanda Ciandra & Pembelajaran Jarak Jauh

Kesulitan mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat pandemi Covid-19, tidak hanya dialami murid di sekolah-sekolah pelosok negeri. Puteri Indonesia Intelegensia 2020, Fernanda Ciandra, pun merasakannya, meski relatif tidak seberat perjuangan di daerah yang harus memanjat pohon untuk mendapatkan sinyal internet.

Fer, demikian mahasiswi program magister (S2) di salah satu lembaga pendidikan internasional di Jakarta ini biasa disapa, mengaku mengalami beberapa kendala ketika mengikuti PJJ. "Ya keluhannya sih biasa, seperti internet, karena seperti dosennya juga kadang‎ kesusahan mengaplikasikan teknologinya. Kadang waktunya terbuang untuk hal-hal yang teknis," ucap dara penyuka travelling‎ ini.

Selain itu, alumnus Jurusan Fashion Marketing Business International Academy Paris ini, merasa bahwa PJJ secara virtual lebih melelahkan ketimbang pembelajaran tatap muka di dalam kelas. "Duduk di depan komputer berjam-jam, justru itu lebih melelahkan menurut saya," katanya dalam webinar tentang pendidikan yang diikuti Wartawan GATRA, Iwan Sutiawan, baru-baru ini.

Meski demikian, perempuan kelahiran ‎Surabaya, Jawa Timur itu, tidak menyerah pada keadaan. Belajar harus terus berjalan meski ada berbagai kendala. "Saya sadar, sih. PJJ itu solusi terbaik lah, daripada enggak belajar sama sekali," ujarnya.

Adapun ihwal pendididikan di Indonesia sulit berkembang, ‎perempuan yang piawai memainkan piano ini berpendapat, karena biayanya relatif mahal. Persepsi ini akibat masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Selain itu, masih terbatas atau kurangnya sarana dan prasarana pendidikan, terutama di daerah-daerah terpencil. "Seperti gedung, internet, teknologi informasi, itu sangat kurang, dan yang ketiga, saya rasa proses pembelajaran yang kurang efektif," katanya.