Penyanyi Raisa Andriana menjadi salah satu pengisi acara pada HUT ke-75 RI di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin, 17 Agustus lalu. Tampil membawakan lagu-lagu nasional, ia berusaha menunjukkan ciri khasnya sebagai penyanyi solo.
Biduan yang mulai dikenal setelah melantunkan lagu "Serba Salah" ini mengungkapkan, penonjolan karakternya dalam bernyanyi tidak mengubah pesan lagu nasional yang dibawakan. "Tetep dengan ciri khas aku tapi gak mengubah lagunya sampai gak bisa dikenali atau pesannya gak nyampai," ungkapnya kepada wartawan Gatra M. Almer Sidqi, seusai tampil.
Raisa membawakan "Indonesia Pusaka" pada saat acara penaikan bendera Merah Putih. Sore harinya, pada sesi penurunan bendera, ia membawakan empat lagu: "Tanah Airku", "Rayuan Pulau Kelapa", "Zambrud Khatulistiwa", dan satu lagu miliknya sendiri, "Tentang Cinta".
Mantan vokalis band Adante ini hanya punya waktu singkat untuk berlatih setelah pihak Istana Negara memintanya mengisi acara. "Yang paling utama adalah mempelajari aransemen yang sedikit berbeda dan melakukan eksplorasi untuk mendapatkan versiku sendiri," ujarnya.
Raisa bersama para musisi yang diajak tampil untuk memeriahkan acara melakukan pertunjukannya secara terpisah. Mereka terlebih dahulu melakukan rekaman video dan audio sekaligus di sebuah studio tanpa penonton. "Aku ada kesulitan jika harus syuting di studio tanpa penonton, maka aku berusaha menyampaikan lagunya agar lebih sampai ke pendengar dari semua segmen," ujarnya.
Aransemen musik yang ditampilkan, meski gelaran resmi kenegaraan, tidak melulu datar dan khidmat. Lagu "Tanah Airku", misalnya, yang dibawakan Raisa berduet dengan Naura, terbilang unik dan berbeda. Pasalnya, instrumentasi di lagu tersebut melibatkan tiga alat musik tradisional, yakni sasando dari NTT, sape dari Kalimantan Barat, dan angklung Jawa Barat, dengan sedikit sentuhan jazz.