
Perkembangan teknologi tak membuat para generasi Z ikut arus. Tak melulu bekerja bahkan bergantung pada keberadaan teknologi tersebut. Ada beberapa dari mereka yang malah sibuk dengan urusan lain. Membesarkan ternak menjadi salah satu pilihan.
Generasi Z adalah generasi yang lahir dalam rentang tahun 1995 sampai dengan tahun 2010. Berdasarkan survey, aktivitas yang paling banyak dilakukan oleh Generasi Z dengan internet ini adalah berinteraksi melalui media sosial, menjelajah internet, bermain game dan mendengarkan musik.
Generasi Z juga dikenal lebih mandiri daripada generasi sebelumnya. Mereka tidak menunggu orang tua untuk mengajari hal-hal atau memberi tahu mereka bagaimana membuat keputusan. Apabila diterjemahkan ke tempat kerja, generasi ini berkembang untuk memilih bekerja dan belajar sendiri.
Langkah itulah yang diambil Setio Hermawan. Pemuda 22 tahun ini membangun bisnis peternakannya sejak usia remaja, usai lulus SMA Darul Hikmah, Purworejo, tahun 2016 lalu. Kesukaannya pada sapi, membawa hikmah bagi peternakannya yang diberi nama Setia Farm. Lokasi kandang ada di Desa Depokrejo, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Tepatnya sekitar 100 meter dari RM Setia Jalan Daendels yang merupakan milik ibunya.
Tak hanya dijual, sapi miliknya pun diikutkan kontes dan selalu menjadi juara. Salah satu sapi yang langganan juara adalah mbah gareng yang pernah memperoleh juara 1 tingkat kabupaten, Provinsi Jateng bahkan hingga tingkat nasional.
"Mbah Gareng sudah dibeli orang Jakarta, Beliau tidak mau harganya disebutkan karena sudah iklas untuk berkurban. Tapi saya sudah punya penggantinya, namanya mas Remon," kata Hermawan.
Mas Remon sapi jumbo berbobot 1.150 Kg ini pernah menjuarai kontes sapi pada kontes ternak di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DIY tahun 2019 lalu. "Awalnya saya memang senang sapi, bagi saya hewan tersebut sangat familiar dengan kita. Usaha ternak sapi prospeknya bagus karena setiap hari banyak yang membutuhkan untuk konsumsi," kata anak pertama dari Eny Sulitri ini.
Kedua orang tuanya pun sangat mendukung usahanya dengan meminjamkan modal pertama. Bahkan, sudah banyak pembeli yang langsung menitipkan uang ketika memesan sapi. "Dalam berbisnis, menjaga kepercayaan itu sangat penting. Saya bisa seperti sekarang juga karena amanah pembeli. Kalau modal uang hingga miliaran untuk kulakan sapi saya tidak punya," kata Hermawan.
Dia mengajak generasi muda agar tak malu berbisnis ternak. Menurutnya, semua usaha yang berkaitan dengan kebutuhan pangan pasti laku. Melalui akun medsosnya, Hermawan telah menginspirasi pemuda-pemuda lain untuk melakukan hal yang sama, menjadi seorang enterpreuner.
Sementara itu, beragam koleksi kendaraan zaman dulu dan antik dipamerkan di Bursa Kendaraan Djadoel yang digelar di Kompleks Pujasera dan Perkantoran Cangakan Karanganyar, Jateng. Pengunjung bebas melihat-lihat, berswa foto atau bahkan membeli mobil, sepeda motor maupun sepeda onthel ikonik langsung ke pemiliknya.
Ketua Ekonomi Kreatif (Ekraf) Karanganyar, Martoyo mengatakan kegiatan tersebut mencakup dua hal yaitu wisata dan bisnis jual beli mobil. Dari segi wisata, menurut Martoyo, pengunjung nantinya bisa bebas berswafoto dengan properti puluhan kendaraan antik dan unik mulai dari mobil, sepeda motor, dan lainnya. “Sedangkan untuk segi bisnis, akan dimeriahkan dengan bursa jual beli mobil,” katanya. Muh Slamet