Usia 78 tahun tidak menyurutkan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Tanri Abeng, untuk tetap bermain tenis. Dalam sepekan, ia dua kali bermain tenis yang merupakan olahraga favoritnya tersebut. "I really really like it. Sampai sekarang aku masih tenis," ujarnya.
Hanya saja, kini Tanri tak bisa bermain tunggal (single). Ia bermain di nomor ganda dan masih sanggup bermain sekitar dua jam. "Masih kuat, meskipun itu olahraga agak berat. Tapi ya jangan dipaksa.," ungkapnya kepada wartawan GATRA, Qonita Azzahra.
Mantan Komisaris Utama (Komut) Pertamina ini sempat vakum bermain tenis sekitar tiga bulan karena merebaknya wabah Covid-19 dan pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ia jeda bermain tenis untuk melindungi diri agar tidak terpapar virus SARS-CoV-2.
Sebagai gantinya, Tanri menyempatkan untuk berjalan kaki di taman depan rumahnya di kompleks Pondok Indah, Jakarta Selatan. Selain itu, Tanri juga terkadang mengganti tenis dengan olahraga lain, yakni renang. "Ya, sekali-sekali berenang di sini," ucapnya.
Setelah Pemerintah DKI Jakarta melonggarkan PSBB, Tanri kembali bermain tenis. Minggu, 14 Juni lalu, merupakan hari pertama ia bermain tenis lagi. Tanri pun tak memporsir tubuhnya. "Ya pukul-pukul saja, supaya keluar keringat,"ia menambahkan.
Namanya penggemar tenis, Tanri tidak menahan diri untuk mengagumi kiprah petenis dunia saat ini. Ia mengaku mengidolakan petenis kampiun asal Swiss, Roger Federer. Dengan menyandang reputasi sebagai pengumpul gelar grandslam terbanyak dalam sejarah (20 gelar grand slam untuk nomor tunggal putra), Federer adalah sosok legendaris di mata Tanri. Meskipun demikian, Tanri juga tidak memungkiri bahwa Novak Djokovic juga merupakan pemain yang sangat hebat.
"Mereka ini orang-orang yang hatinya baik saya kira, ya. Coba kalau misalnya lawannya itu bagus, dia angkat tangan walaupun dia kalah. Nah, itu sportif. Dua-duanya bagus. Itu makanya mereka nomor satu, nomor dua," ucapnya bersemangat.