Tak terasa, sudah 100 hari lebih Achmad Yurianto mengemban tugas sebagai Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Setiap pukul 15.30 WIB, ia tidak pernah telat naik podium menyampaikan informasi teranyar ihwal perkembangan penanganan pandemi corona virus disease 2019 (COVID-19) di Tanah Air.
Pria yang kerap disapa Yuri ini, menyampaikan informasi terkini melalui layar kaca dari markas Gugus Tugas COVID-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, baik mengenai jumlah korban, kebijakan pemerintah, maupun saran kesehatan. Tak ada kata libur akhir pekan dan hari libur nasional, seperti Idulfitri 1441 hijriah.
Bagi pria berpangkat kolonel TNI Angkatan Darat (AD) ini, menjadi juru bicara penanganan bencana bukan beban, melainkan tugas negara. "Tugas ini kehormatan dan kebanggaan, karena harus memberikan informasi ke semua pihak. Ini bukan beban, ini kewajiban," kata Yuri yang genap menjalankan tugas ke-100 harinya pada 10 Mei ini, kepada Wartawan GATRA Iwan Sutiawan, Selasa lalu.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan tersebut, mengaku senang menjalankan tugasnya. Hanya saja, ia harus bicara dengan materi yang bervariasi. Itu dilakukannya dengan improvisasi, spontan tanpa naskah. Di depan podium memang ada pengial baca (teleprompter), tetapi isinya hanya angka-angka. Narasinya keluar dari mulutnya tanpa skrip.
Untungnya, topik virus bukan hal baru bagi dokter militer ini. Alumni Fakultas Kedokteran (FK) Unair tahun 1990 itu, memang sudah fasih bicara pandemi. "Lain lagi kalau ini bencana gunung berapi, belajarnya pasti njlimet," kata pria 58 tahun ini.
Urusan waktu, Yuri mengaku memanfaatkannya secara cermat. "Tidur cukup, yang penting tidak harus di kasur. Bisa tidur di mobil, di kursi, dan lain-lain," ucapnya.
Namun manusia bukanlah robot. Saat ini, pemerintah telah menyiapkan juru bicara pendamping, yaitu Reisa Broto Asmoro, dokter cantik yang selama ini dikenal sebagai pembawa acara televisi Dr. Oz Indonesia. "Reisa adalah bagian dari Tim Komunikasi Publik. Kita bekerja bersama-sama dalam satu tim," ujarnya.