Home Gaya Hidup Wisata Karantina Corona Telaga Madirda

Wisata Karantina Corona Telaga Madirda

Tempat karantina bagi kelompok beresiko pembawa virus Corona tak selamanya menyeramkan. Di Kabupaten Karanganyar, tepatnya di desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, ada Telaga Madirda yang difungsikan sebagai lokasi karantina. Tidak menjenuhkan, menjalani hari-hari dikarantina menjadi asyik seolah berwisata.

Obyek wisata di lereng Lawu ini tak lagi seperti dulu yang selalu ramai pengunjung. Pemanfaatannya untuk mengarantina pemudik memanfaatkan momen sepi kunjungan wisata.

Tempat itu sejak awal Mei lalu disulap bak penginapan para pecinta alam, tenda-temda didirikan di tepian telaga. Suasana sejuk nan asri dengan alam pohon pinus yang hijau sungguh memanjakan pengunjungnya. Tak terkecuali satu peserta karantina dari kelompok beresiko pemudik.

Di kutip dari Gatra.com, Kepala Desa Berjo, Ngargoyoso Suyatno, sengaja menyediakan tempat karantina pemudik ini khusus bagi keluarga warganya yang pulang kampung di masa pandemi Covid-19. Pengelolaan masa karantina diserahkan kepada karang taruna desa.

“Ada satu warga kami yang datang mudik, sesuai anjuran pemerintah, pemudik wajib mengisolasi diri selama 14 hari usai tiba di kampung halaman,” kata Suyatno.

Inisiatif yang dia ambil, meyakini jika banyak orang betah berlama-lama dimanja alam maka suntikan pikiran positif di alam Telaga Madirda bakal menjaga imun tubuh tetap aman.

“Ada 12 tenda yang kami sediakan. Jadi, pemudik tidak bisa langsung pulang ke rumah keluarganya di desa. Mereka setelah memeriksakan diri di Puskesmas, langsung menuju ke Telaga Madirda,” katanya.

Tersedia fasilitas MCK, musala dan tenda buat tidur. Untuk kebutuhan makan sehari-hari juga disediakan pihaknya. Jika rumah keluarga yang dikarantina berdekatan disediakan tempat jenguk.

Menariknya, seluruh aktivitas di Pulau Karantina menerapkan protokoler kesehatan. Misalnya, memanfaatkan parit menjadi pembatas saat keluarga menjenguk pemudik.

Tak hanya itu. Para anggota karang taruna bertugas menjaga pintu masuk desa di lima lokasi. Mereka mendata pemudik dan tamu-tamu sekaligus mengecek suhu tubuhnya dengan thermo gun.

“Seluruh upaya ini demi mencegah Covid-19 menyebar ke desa kami. Semoga pandemi segera berkesudahan,” katanya.

“Kebutuhan dana diambil dari Alokasi Dana Desa sesuai arahan dari pemerintah,” imbuhnya.

Kekinian, ‘Pulau’ Karantina di Telaga Madirda Desa Berjo Ngargoyoso meluluskan seorang pemudik. Saat kembali ke keluarganya, ia memperoleh sertifikat dan diantar pemerintah desa setempat.

Satu warga tersebut merupakan pemudik asal Bekasi, bernama Giyanto, menuntaskan 14 hari masa karantina di Telaga Madirda. Salaam karantina ia diperiksa secara berkala oleh petugas puskesmas setempat.

Menurut Suyatno, pemudik tersebut malah terlihat enjoy. Hingga pada Jumat (22/5), ‘siswa’ karantina selesai menjalani pemeriksaan terakhir. Giyanto diantar pulang oleh tim relawan desa siaga covid-19 dan juga kades.

“Tujuan kami ikut mengantar Gianto pulang ke rumahnya supaya warga tidak mengucilkannya. Pasalnya, pemudik itu sudah distigma orang yang membawa virus oleh masyarakat. Kita enggak mau demikian,” kata Kades Suyatno

Setibanya di rumah, Gianto langsung menghampiri anaknya. Senyum bahagia dari keluarga menyambut kedatangan Gianto. “Saya merasa nyaman selama di karantina di Telaga Madirda. Udara sejuk dengan pemandangan alam yang indah. Sering dijenguk keluarga menjadi pengobat rindu,” katanya.

Usai kelulusan satu peserta karantina, untuk tenda karantina di Telaga Mardisa saat ini juga sudah kosong dan tidak menerima peserta karantina. Jika ada pemudik yang beresiko sebagai pembawa virus Corona atau teridentifikasi postif Corona maka akan di lakukan karantina mandiri atau dibawa ke pihak gugus tugas Covid pemerintah daerah setempat.

"Nanti setelah kondisi mulai normal, maka kami akan melakukan sterilisasi telaga agar aman dan nyaman bagi pengunjung layaknya hari biasa," kata Suyatno.

 

70