
Mamuju, Gatra.com – Hasil pengujian tes Covid-19 yang dilakukan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar sebagaimana diterima tim gugus tugas Percepatan Penanganan pencegahan Covid-19 Mamuju, dipastikan tambahan 3 orang positif di Mamuju.
Mereka masing-masing dengan inisial DR (17), AK (18) dan MY (20). Ketiganya masih dari sumber yang sama dengan pasien positif sebelumnya yakni dari klaster Kabupaten Magetan provinsi Jawa Timur.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Mamuju Andi Rasmuddin mengungkapkan, ketiga pasien positif Covid-19 hasil swab tersebut telah diisolasi di Rumah Sakit Regional Sulbar, dan satu diantaranya dari Kecamatan Kalukku berinisial (AK), di jemput menggunakan ambulance oleh tim gugus menggunakan APD lengkap, Rabu,(13/5).
Diakui Rasmuddin, bahwa pasien tersebut sempat diantar sendiri oleh keluarganya menuju ke lokasi penjemputan beberapa kilo meter dari kediaman untuk menghindari kerumunan warga. Namun prosesnya dipastikan tetap berjalan dengan lancar hingga AK langsung diantar ke RS Regional untuk menjalani isolasi.
Rasmuddin menambahkan, dua pasien positif lainnya DR (17) dan MY (20) yang berdomisili di kota Mamuju memilih menggunakan kendaraan ke RS untuk menghindari kerumunan dan ekspose masyarakat sekitar, meski pihak Rusamh sakit akan menjemput mereka nantinyadi Malam hari.
“Kedua psien ini diam-diam berinisiatif datang sendiri ke RS,” katanya.
Dari ketiga pasien tersebut saat ini sudah berada di RS regional Sulbar untuk menjalani perawatan dengan isolasi.
"Jadi tidak benar kalau tim gugus tidak mau menjemput kedua pasien positif, malahan lewat mediasi tim gugus yang dipimpin sendiri oleh Kabid pencegahan penyakit menular Pak Alamsyah bersama orang tua pasien mereka telah bersepakat meminta agar tim gugus menjemput malam supaya tidak terlalu banyak yang lihat. Tapi tiba-tiba keduanya sudah ada di Rumah sakit,” katanya.
Atas pertambahan kasus positif ini, Rasmuddin berharap, dapat menjadi motivasi peningkatan kewaspadaan masyarakat, terutama tetap menjaga jarak (Pshycal Distanching), cuci tangan dan pakai masker.
“Ini mulai diabaikan saat momentum pembagian BLT yang sedang berjalan. Mereka kadangkala tidak memikirkan resiko penularan penyakit berbahaya ini,” katanya.