
Karanganyar, Gatra.com - Lawu Jeep Adventure menyuguhkan tantangan menjelajah rute ekstrem di lereng Gunung Lawu. Penumpang jeep dapat menikmati keindahan pegunungan dan kesejukan udaranya sambil memacu adrenalin.
Di Lawu Jeep Adventure, puluhan unit mobil 'garuk tanah' siap menyambut para wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan dengan cara berbeda. Sejumlah paket ditawarkan dengan harga yang menyesuaikan. Untuk paket seharga Rp 600 ribu, disediakan satu armada berisi penumpang maksimal 3 orang.
Rutenya mulai start menuju air terjun Jumog, Bukit Paralayang, Candi Ceto, kampung durian Kerjo dan ke rumah makan nDoro Dongker. Pada dasarnya, penumpang bebas memilih obyek yang ingin dikunjungi di kawasan itu atau sekitar Kecamatan Ngargoyoso dan Jenawi.
Perjalanan menuju obyek-obyek tersebut melewati jalan setapak di sela rumpun tanaman teh. Senyum dan sapa para buruh pemetik teh memberi kesan ramah penduduk setempat.
Petugas Lawu Jeep Adventure, Joko Supriyono mengatakan tersedia paket lebih murah dengan rute di 3 obyek. "Ada yang Rp350 ribu ke Bukit Paralayang, jeblokan lumpur dan ke nDoro Dongker. Paketnya bisa menyesuaikan. Bisa include tiket masuk ke obyek berbayar," katanya kepada Gatra.com, Kamis (16/1).
Di komunitasnya, driver menggunakan berbagai merek mobil 4 WD maupun modifikasinya. Seperti Jimny, Taft Rocky dan Jimny Jangkrik. Ia sendiri memegang kemudi Jimny keluaran tahun 1984.
Diceritakannya, komunitas Jeep Lawu Adventure mewadahi 50 anggota di Karanganyar. Jumlah anggota memang dibatasi agar menjaga persaingan usaha jasa pariwisata tetap sehat. "Biasanya perjalanan berakhir pada sore hari. Jika cuaca cerah, bisa melihat indahnya sunset di Bukit Menjangan," katanya.

Labih lanjut lagi, dengan wisata jeep tersebut para penumpang dapat mengabadikan berbagai momen indahnya panorama melalui kamera ponsel atau gadget miliknya. Namun mereka perlu ekstra berhati-hati dengan keselamatannya."Disediakan helm bagi penumpang. Mereka juga harus berpegangan saat lewat medan terjal," katanya.
Selain melintasi jalanan yang terjal, jeep juga menembus perkampungan. Berbagai aktivitas penduduk yang tinggal di wilayah perkebunan teh dapat disaksikan secara langsung dari jeep yang melaju pelan.
"Mulai ramai jeep itu pada dua tahun terakhir. Setelah banyak obyek yang ramai dikunjungi wisatawan. Desa juga diuntungkan karena memungut kontribusi. Seperti saat masuk ke kampung, bayar buka portal Rp 5 ribu per jeep," katanya.
Sementara itu, wisatawan asal Semarang, Antoni (50) mengaku puas dengan perjalanan menantang menjelajah kebun teh dan obyek lainnya di atas jeep.
"Sempat mogok mobilnya di tengah jalan menanjak. Tapi dengan kesigapan sopir, bisa melewati. Itu malah menambah rasa adrenalin," katanya.