
Jakarta, Gatra.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyapaikan beberapa inovasi yang telah dilakukan sepanjang tahun 2019. Kepala BPPT, Hammam Riza mengatakan, inovasi berbagai sektor bertujuan mendukung kemajuan perekonomian bangsa sekaligus mendorong Indonesia menjadi negara yang berdaya saing.
"Sebagai institusi pemerintah yang berfokus pada bidang kaji-terap teknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus berupaya melahirkan inovasi dan teknologi yang mampu mewujudkan program prioritas pemerintah. Mulai dari inovasi yang berfokus pada bidang kebencanaan, kemudian inovasi sektor infrastruktur, energi dan transportasi, pertanian dan pangan hingga industri farmasi," ucap Hammam saat menghadiri Konferensi Pers di Aula BPPT, Jakarta, Rabu (18/12).
Hammam mencontohkan, di sektor pertanian, pangan dan impor, BPPT memiliki kompetensi untuk melakukan kaji-terap teknologi melalui Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB).
Pada tahun ini, khusus bidang pangan, BPPT berupaya menyubtitusi impor daging sapi melalui program integrasi industri sawit dan sapi. Hammam berharap, lahan sawit nasional bisa dimanfaatkan secara optimal. Hal ini untuk pemenuhan kebutuhan daging sapi nasional yang masih impor hingga saat ini.
"Semoga lahan sawit nasional ini tidak hanya bisa optimal memenuhi kebutuhan industri sawit, tetapi juga memenuhi kebutuhan daging sapi nasional yang masih impor," kata Hammam.
Hammam juga mengatakan bahwa BPPT juga melahirkan inovasi yang diterapkan untuk mendukung keterbukaan informasi publik contohnya inovasi yang dibuat oleh BPPT yakni pemasangan Buoy Tsunami Early Warning System (INA TEWS) di wilayah Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kemudian, ada percepatan Program Nasional Kendaraan Berbasis Listrik. BPPT juga telah menghadirkan inovasi fasilitas pengisi daya atau fast charging station untuk kendaraan listrik. Lalu melakukan kajian terhadap kelayakan proyek kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya dan juga melakukan audit terhadap LRT Jabodebek, mulai dari kereta nya hingga sistem persinyalan.
Selanjutnya, BPPT juga sudah berhasil menerapkan Teknologi Pengolah Sampah Berbasis Termal atau biasa dikenal Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) di Bantargebang.
"Lalu ada juga operasi Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT yang mengambil peranan penting dalam mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah tanah air. Hammam menambahkan, banyak pula produk inovasi BPPT yang kini diproduksi oleh industri dalam negeri mulai dari Pesawat Udara nir Awak atau Drone tipe Wulung yang telah diproduksi PT Dirgantara Indonesia," tutur Hammam.
Terakhir, Hammam menyebutkan dirinya menyebut bahwa mewujudkan Indonesia Maju, perlu ditopang oleh kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis Iptek.
"Saya tekankan, dalam mendorong Indonesia menjadi negara maju. Mari kita resapi betapa pentingnya inovasi teknologi. Kita harus bergerak cepat, mengejar ketertinggalan. SDM Iptek lah kunci menuju Indonesia Emas," katanya.