Home Gaya Hidup Prodia Serahkan Hasil Donasi Let’s Check Up

Prodia Serahkan Hasil Donasi Let’s Check Up

Jakarta,Gatra.com,– Setelah berhasil menyelenggarakan Prodia Healthy Fun Festival 2019 di lima kota besar di Indonesia yakni Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Jakarta, Prodia memberikan hasil donasi yang terkumpul melalui kegiatan #LetsCheckUp kepada Yayasan Dunia Kasih Harapan dan Yayasan Hope Indonesia.

Pemberian donasi diserahkan langsung oleh Direktur Bisnis dan Marketing PT Prodia Widyahusada Tbk, Indriyanti Rafi Sukmawati kepada Wulan Guritno selaku Founder dari Yayasan Dunia Kasih Harapan dan Awiny Tjendra selaku Finance and Admin Director Yayasan Hope Indonesia di masing-masing kantor yayasan.

Direktur Bisnis dan Marketing PT Prodia Widyahusada Tbk, Indriyanti Rafi Sukmawati menuturkan pemberian hasil donasi kepada kedua yayasan. Hal ini lantaran kedua yayasan ini memiliki beragam kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan sosial dan juga kesehatan.

Menurutnya, Yayasan Dunia Kasih Harapan yang membantu para penderita kanker melalui penjualan gelang bertajuk Bracelet of Hope. Sedangkan Yayasan Hope Indonesia yang menggagas program "Ini Isi Piringku" di mana kegiatan tersebut mendukung aksi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) terkait tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting.

“Penyerahan donasi ini merupakan bentuk dukungan dan perhatian kami kepada Yayasan Dunia Kasih Harapan maupun Yayasan Hope Indonesia. Semoga dukungan ini mampu bermanfaat untuk kita secara bersama-sama membantu serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya kanker serta membentuk pola hidup sehat sebagai upaya optimaliasi tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting,” tutur Indriyanti disela-sela penyerahan donasi, melalui rilis yang diterima Gatra.com, Selasa (12/11).

Founder Yayasan Dunia Kasih Harapan, Wulan Guritno serta Finance and Admin Director Yayasan Hope Indonesia, Awiny Tjendra mengapresiasi niat baik yang diberikan Prodia terhadap yayasan mereka. Selain itu, mendukung apa yang mereka lakukan terhadap masyarakat.

Mereka berharap akan semakin banyak pihak yang mendukung dan menunjukkan solidaritasnya agar semakin banyak pula penderita kanker yang terbantu. Kemudian semakin banyak anak-anak Indonesia yang tumbuh kembangnya optimal tanpa risiko mengalami stunting.

Di Indonesia, kanker masih menjadi penyakit yang sangat menakutkan bagi masyarakat, penderitanya pun semakin meningkat. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi tumor atau kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1,4 per seribu penduduk di 2013 menjadi 1,79 per seribu penduduk di 2018. Sementara Data Riset Kesehatan Nasional (Riskesdas) 2018 menunjukkan, 30,8 persen balita di Indonesia mengalami stunting.

219