Home Ekonomi Daya Saing Indonesia Merosot, BKPM: Mendesak Diperbaiki

Daya Saing Indonesia Merosot, BKPM: Mendesak Diperbaiki

Jakarta, Gatra.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Trikasih Lembong menganggap merosotnya peringkat daya saing Indonesia dari peringkat 45 pada tahun 2018 menjadi 50 pada tahun 2019, menunjukkan ekonomi Indonesia kehilangan daya saing.

"Kemerosotan daya saing kita cukup mendesak (untuk diperbaiki)," katanya dalam pembukaan Indonesia Trade and Investment Summit 2019 di Jakarta, Selasa (15/10).

Lembong mengatakan Indonesia unggul dalam ukuran pasar (market size) dan dinamika bisnis (business dynamism) yang masing-masing berada dalam peringkat 7 dan 29 dunia. 
"Ini komponen yang jadi daya saing," katanya.

Di sisi lain, Lembong menyebut daya saing Indonesia paling lemah dalam pasar buruh (labor market) dan kesehatan (health) yang masing-masing berada di peringkat 85 dan 96.

Lembong menyarankan agar Indonesia semakin membuka diri terhadap dunia internasional, sehingga mampu mengambil contoh-contoh yang baik (best practices) dari seluruh dunia. Dengan demikian, Indonesia dapat lebih mudah memperoleh teknologi dan inovasi unggulan.

"Satu tantangan mengenai daya siang dan peringkatnya negara tetangga tak pernah statis, tak pernah berdiri diam saja. Mereka berupaya inovasi menandatangani perjanjian perdagangan, promosi investasi, dan membenahi bidang ketenagakerjaan. Jadi persaingan regional dan internasional sangat dinamis," katanya.

Sebelumnya, laporan daya saing global yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF), menempatkan peringkat daya saing Indonesia merosot dari peringkat 45 pada tahun 2018 menjadi 50 pada tahun 2019.

92

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR