
Tapanuli Utara, Gatra.com - Sebanyak 4 desa di Tapanuli Utara (Taput) akan ambil bagian dalam Lomba Paket Wisata Tematik Desa Wisata yang diselenggarakan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT).
Bupati Taput, Nikson Nababan telah menginstruksikan kepada para perangkat daerah terkait dan para Camat untuk membenahi desa yang akan dilombakan. Peran aktif sangat dibutuhkan untuk membantu membenahi empat desa yang diproyeksikan tersebut.
Baca Juga: Mendes Sebut Membuat Desa Wisata Tidak Sulit
“Kita ingin hasil maksimal, jadi Bupati Taput meminta kita terlibat maksimal juga. Target desa-desa yang ikut diperlombakan nantinya memperoleh hasil yang baik," Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tapanuli Utara, Donny Simamora, Kamis (15/8).
Empat Desa yang diikut sertakan untuk diperlombakan adalah Desa Sibandang Kecamatan Muara dengan wisata alam dan situs budaya, Desa Hutaginjang dengan wisata paralayang, Desa Dolok Martumbur dengan wisata pemandangan Danau Toba dan Desa Hutatoruan I Kecamatan Tarutung dengan BUMDes Restoran nuansa sawah.
Baca Juga: Mendes PDTT Jamin Investasi Desa Wisata Tidak Akan Merugi
Sebelumnya, Menteri Desa dan PDT Eko Putro Sandjojo mengatakan diselenggarakannya rapat koordinasi dengan agenda acara Launching Lomba Paket Wisata Tematik Desa Wisata, Sinergitas Program Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk program TA.2020 dan Peluncuran Content Creator Desa.
"Lomba Desa Wisata Tematik ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan potensi wisata desa di Indonesia. Dengan demikian diharapkan dapat mempercepat peningkatan perekonomian dan kehidupan masyarakat di desa," harapnya.
Baca Juga: Embung Teloke, Jejak Sukses Membangun Desa Wisata
Ia menambahkan agar para Kepala desa didorong untuk lebih kreatif dan inovatif dalam penggunaan dan pemanfaatan Dana Desa yang melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). "Penggunaan Dana Desa tidak melulu untuk pengerjaan infrastruktur di desa semata tetapi harus juga memperhatikan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kehidupan masyarakat desa,” terangnya.
Reporter: Jon RT Purba