spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
HUKUM & KRIMINALITAS
spacer
 
Insiden Penembakan Nelayan
Pomal Belawan Periksa Tujuh Awak KRI Celukan Bawang

Jakarta, 26 Desember 2007 16:06
Polisi Militer TNI AL (Pomal) Lantamal I Belawan, Sumut memeriksa tujuh awak KRI Celukan Bawang, yang bertugas saat insiden penembakan KM Subur Baru hingga mengakibatkan seorang nelayan tewas pada Senin (24/12) malam.

"Meski penembakan di laut dilakukan sesuai prosedur tetap, namun kita tetap akan menyelidiki secara pasti bagaimana dan mengapa insiden itu terjadi," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (TNI-AL) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Seorang nelayan asal Medan, Sumatera Utara, tewas, dan tiga rekannya dalam kondisi kritis, akibat terkena tembakan petugas patroli TNI AL.

Nelayan yang tewas adalah Mahmud (56) dan empat rekannya yang dalam kondisi kritis dirawat di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Belawan.

Iskandar menegaskan, penembakan yang mengakibatkan Mahmud tewas terpaksa dilakukan karena KM Subur Baru menghindar ketika hendak diperiksa petugas TNI AL.

"Saat itu, KRI Celukan Bawang tengah berpatroli di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif, di perbatasan Indonesia-Malaysia. Ketika itu, KRI melihat ada satu kapal tengah lego jangkar di sana," ungkapnya.

Sesuai prosedur, petugas memberi isyarat lampu ketika hendak mendekati KM Subur Baru."Namun, awak KM Subur malah memotong tali jangkar dan melarikan diri," ujar Sitompul. Akhirnya KRI mengejar sambil melepaskan tembakan peringatan ke udara.

"Tapi, peringatan itu tidak diindahkan, bahkan tampak awak KM Subur membuang tiga kotak ke laut," tambah dia.

Tembakan terpaksa diarahkan ke KM Subur Baru sehingga Mahmud tewas tertembak dan tiga awak lainnya luka-luka.

Mahmud (56) dimakamkan di kampung halamanya pada Rabu (26/12). Hadir mewakili TNI AL, Asisten Operasi (Asops) Lantamal I/Belawan Kolonel (laut) Aswoto.

Selain memeriksa tujuh orang awak KRI Celukan Bawang, pihak TNI AL juga menetapkan wajib lapor bagi 27 ABK KM Subur Baru mulai Kamis (27/12).

"Pemeriksaan terhadap aparat KRI dan wajib lapor bagi ABK Subur Baru, perlu dilakukan untuk mencari titik simpul mengapa dan bagaimana insiden itu bisa terjadi. Jadi, ada keseimbangab keterangan dari dua pihak," kata Iskandar. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 09 February 2010 >>
SuMTW ThFSa
dot123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer