 |
|
 |
|
NASIONAL |
 |
| |
Kinerja Pemerintah Dukungan Rakyat pada SBY Tetap Bertahan
Jakarta, 8 Oktober 2007 12:46 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meyakini bahwa dukungan masyarakat terhadap dirinya dalam menjalankan pemerintahan masih tinggi, terkait dengan hasil jajak pendapat yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng di Kantor Kepresidenan Jakarta, Senin (8/10), mengatakan, hasil jajak pendapat LSI menyebutkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Yudhoyono meningkat menjadi 58 persen.
"Artinya dukungan rakyat terhadap Presiden SBY tetap bertahan dalam tiga tahun ini. Bandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya yang mengalami penurunan dukungan rakyat dalam tahun-tahun masa pemerintahannya," kata Andi.
Dari hasil survei LSI yang dikeluarkan Sabtu (6/10), Andi mengatakan, tingkat kepuasan rakyat masih tinggi karena menganggap program pemerintah yang dilakukan Presiden Yudhoyono sudah berada pada jalan yang benar, untuk meningkatkan kesejahteraan, membangun perekonomian, serta mengurangi kemiskinan dan pengangguran.
Jajak pendapat LSI ini juga menunjukkan adanya tren peningkatan kepuasan rakyat terhadap Presiden Yudhoyono dari posisi Maret 2007 sebesar 49,7 persen, Juli 2007 sebesar 56 persen dan pada 5 Oktober 2007 sebesar 58 persen.
Kenaikan tingkat kepuasan rakyat ini, lanjut Andi, juga sejalan dengan peningkatan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional yang menunjukkan bahwa 64 persen peserta jajak pendapat menilai kondisi ekonomi membaik dan 32 persen menilai kondisi ekonomi memburuk.
Meski hasil jajak pendapat LSI menunjukkan peningkatan, menurut Andi, Presiden Yudhoyono merasa belum puas dan meminta agar terus dicermati hal-hal yang masih belum baik dan perlu ditingkatkan.
"Presiden sendiri belum puas terhadap kinerjanya, karena masih banyak yang harus dikerjakan dalam dua tahun ini. Beliau akan terus bekerja dan bekerja dalam dua tahun ini untuk rakyat," katanya.
Mengenai adanya sejumlah tokoh yang telah mengajukan diri sebagai bakal calon presiden pada 2009, Andi mengatakan, hal itu adalah hak azasi mereka.
"Kalau mereka tebar pesona, keliling ke mana-mana, ke gunung Merapi dan daerah bencana silakan saja," katanya.
Menanggapi hasil jajak pendapat lainnya dari LSI yang justru menunjukkan dukungan masyarakat menurun terhadap Presiden Yudhoyono, Andi mengatakan, pihaknya hanya mempercayai hasil jajak pendapat yang obyektif, yang dihasilkan oleh lembaga survei yang non-profit.
"Masing-masing lembaga survei memiliki metodologi yang berbeda, ada yang full profit dan ada yang non-profit. Yang obyektif adalah yang non-profit karena bisa memberikan kecerdasan dan pencerahan kepada masyarakat," katanya. [EL, Ant]
|
|
| | |
 |
| KOMENTAR PEMBACA |
 |
| | |
| |
Pak SBY masih bisa disebut berhasil (saye, 09/10/2007 09:15) Sekalipun kelihatannya dalam pemberatasan korupsi oleh aparat KPK masih tebang pilih, kita masih bisa mengacungkan jempol kepada Kepala Pemerintahan pak SBY, bahwa beliau serius untuk masukin bui kepada maling dan rampok uang rakyat Indonesia, kita Doa-kan saja nanti sampe waktunya semua bisa dibawa kemeja hijau, asal Hakim-Hakimnya yang jujur dan bener-benar mau menegakkan Hukum, jangan sampe terjadi KUHP yang artinya kasih uang habis perkara.
natusnasir@ca.rr.com | |
 |
| | |
| |
Sudahkan mensurvei Diri Mu Sendiri (xsan375@ho..., 09/10/2007 04:50) Seringkali kita membaca di koran-koran dan media Indonesia rasanya lebih banyak memberikan kritik-kritik ketimbang reward terhadap seorang Pemimpinnya yang telah bekerja keras mencurahkan pikirannya, pada hal kalau kita kaji kembali memimpin mental yang sudah porak poranda akibat hedonisme, Korupsi, Koslusi dan Nepotisme tidaklah semudah membalik telapak tangan.
Keberhasilan seorang Presiden tidak lepas dari sekedar memilih "Memilik seorang Presiden dan Wakil-wakil Rakyat yang duduk di Dewa... <897 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
jujur dan bijaksana (davit29@ya..., 09/10/2007 00:43) boleh saja siapapun untuk menggantikan presiden yang sekarang (bapak bambang)tapi apakah mampuh seperti dia dalam keadaan sulitpun beliu dengan tetang tapi pasti yang perlu untuk beliu adalah ketegasan dalam tugas negara kalau udah ada itu negara kita akan di lirik oleh negara manapun dan akan berbondong2 datang ke indonesia tidak usah kita harus ke luar negeri ok bapak bambang yang kami hormati saya akan berdoa agar bapak selalu sehat beserta keluarga untuk negeri tercinta dan untuk presiden d... <37 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
LSI Selalu Salah (muhlis_saleh@ya..., 08/10/2007 23:10) saya masih ingat dengan hasil survei lsi pada pemilu jakarta semuanya ngak ada yang bener, walau si pemengan harus diakui benar, tapi prosentasi menang-kalah yang lsi ramal menurut teori "...." sungguh jauh berbeda, ada apa dengan mu LSI? katanya tingkat eror nya cuma 2, sekian % kok jauh banget. apa ada kepentingan lain ya? ngak usah membuat opini publik dulu deh mendingan!!!!!!!!!!! | |
 |
| | |
| |
kita harus obyektif dan realistis (bambylibra@ya..., 08/10/2007 17:21) Yah kita memang harus obyektif dan realistis melihat hasil kerja SBY dibandingkan presiden2 sebelumnya, khususnya mengenai pemberantasan korupsi walaupun belum maksimal. Bandingkan dengan presiden sebelumnya Megawati, what has she done? Pemberantasan korupsi : nol , bahkan terbukti bahwa orang-orangnya ternyata banyak koruptor kelas kakap, aset-aset negara banyak dijual ke luar negeri (misalnya Indosat dll). Gus Dur ? Negara diobok-obok nggak karuan. Sekali lagi obyektif dan realistis lah. | |
 |