spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
WISATA & HIBURAN
spacer
 
KPI Nyatakan Empat Tayangan TV Bermasalah

Jakarta, 19 Agustus 2008 16:24
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengumumkan empat tayangan stasiun TV bermasalah, sebagai hasil pemantauan tim panelis KPI pada periode Juni 2008 yang dikhususkan pada tayangan anak dan remaja.

"Judul tayangan bermasalah itu adalah Bleach di Indosiar, Cerita SMA di RCTI, Detective Conan di Indosiar, dan Naruto di Global TV dan Indosiar," kata Koordinator Pemantauan Langsung KPI Pusat, Yuzirwan Uyun dalam jumpa pers sosialisasi hasil pemantauan periode Juni 2008 di kantor KPI Jakarta, Selasa.

Yazirwan mengatakan, keempat tayangan tersebut dinilai oleh tim panelis yang diketuai oleh tokoh pendidikan Arief Rahman, melanggar UU Penyiaran No.32 /2002 dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Tim Panelis yang terdiri dari Arief Rahman (Ketua), Dedy Nur Hidayat (Wakil Ketua), Seto Mulyadi, Nina Armando, Bobby Guntarto , Razaini Taher dan dibantu 11 orang analis, telah memantau 84 judul tayangan dari 316 episode yang disiarkan oleh sembilan stasiun TV nasional (Indosiar, SCTV, RCTI, Global TV, ANTV, TVRI, TransTV dan Trans7).

Yazirwan mengatakan, pemantauan yang dilakukan 14-29 Juni 2008 kali ini difokuskan pada tayangan anak dan remaja dengan titik berat pada perlindungan terhadap anak dan remaja dengan tiga jenis tayangan yang dipantau yaitu film animasi, sinetron dan variety show.

Pada kesempatan tersebut, anggota tim panelis KPI, Nina Armando mengatakan tayangan animasi Bleach di Indosiar setiap Minggu pukul 11.00 ini dinilai tidak cocok untuk anak karena menampilkan cerita dunia mistis dan penuh kekerasan yang ditampilkan secara ekspresif.

"Tayangan itu tidak pantas ditampilkan pada jam tayang pagi hari libur, tidak menampilkan klasifikasi acara. Seharusnya dipindahkan jam tayangnya menjadi lebih malam dengan menampilkan klasifikasi R (Remaja) dan BO (Bimbingan Orang tua) sekaligus," jelas Nina.

Sedangkan sinetron Cerita SMA di RCTI yang ditayangkan setiap hari pukul 19.00, dinilai melanggar peraturan karena ada adegan yang menampilkan secara close up alat kelamin pemeran anak laki-laki, dan tidak memerhatikan norma kesopanan dan kesusilaan.

"Tayangan ini banyak menampilkan tokoh pemain anak-anak dalam setting yang tidak pas, banyak menampilkan pelecehan terhadap orang, terutama yang bertubuh gemuk, dan tidak mencantumkan klasifikasi acara," jelas Nina.

Sementara, film animasi Detective Conan di Indosiar yang diputar setiap hari Minggu pukul 08.30 menampilkan cerita yang tidak tepat bagi anak, dan hampir pada setiap episode menampilkan secara detil tentang rekonstruksi pembunuhan.

"Acara ini tidak tepat dikategorikan sebagai film anak, tidak menampilkan klasifikasi acara dan seharusnya dipindah ke jam tayangnya menjadi lebih malam dengan menampilkan klasifikasi R dan BO sekaligus," kata Nina.

Sedangkan, film animasi Naruto di Indosiar dan Global TV menampilkan kekerasan secara ekspresif baik bersifat fisik maupun mistis yang terkadang disertai darah.

Nina mengatakan, Naruto ini juga tidak tepat dikategorikan sebagai film anak, tidak menampilkan klasifikasi acara dan seharusnya dipindah ke jam tayangnya menjadi lebih malam dengan menampilkan klasifikasi R dan BO sekaligus.
Sementara itu, hasil evaluasi secara umum tayangan TV yang dipantau oleh tim panelis, Nina menjelaskan banyaknya acara yang tidak dicantumkan klasifikasi acara berdasarkan usia kalayak penonton, banyak film animasi yang memuat materi tidak sesuai untuk anak misalnya memuat kekerasan.

"Adanya tampilan yang tidak memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan, ada adegan-adegan yang melibatkan anak dalam setting yang tidak pantas dan ada acara yang menampilkan pelecehan terhadap orang lain," kata Nina.

Dia menjelaskan periode pemantauan KPI pada Juni 2008 ini lebih memfokuskan pada tayangan anak dan remaja dengan pertimbangan anak dan remaja yang sering mengkonsumsi tayangan TV, serta anak merupakan kelompok pemirsa yang paling rentan terpengaruh TV.

Sementara itu Arief Rahman mengatakan, tayangan kartun Tom and Jerry dan Popeye juga perlu diwaspadai karena adanya tayangan yang tidak pantas dilihat anak-anak.

Arief memperingatkan orangtua agar ikut menemani anak menonton film kartun karena tidak semua film kartun tersebut pantas ditonton oleh anak-anak. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  "AMPUN DECH......." (alaguna70@ya..., 20/08/2008 08:48)
Perlu diperhatikan bahwa pengetahuan anak pada saat ini berbeda dengan pengetahuan anda pada saat anak-anak. Jangan memaksakan keterbatasan anda untuk diterima oleh anak-anak..... bicaralah dengan objektif.....dengan cara yang tepat.... DETECTIVE CONAN, TOM & JERRY, dll hanya berupa hiburan.....
 
 
spacer
  
  biar terlambat dari pada tidak sama sekali (ridwanz@se..., 19/08/2008 16:40)
perilaku anak anak dan remaja saat ini , telah terbukti di picu dari tayangan TV yang jelas tidak mendidik ,salut dan hormat kepada KPI atas koreksinya ,ada baiknya kita mencontoh dari negara tetangga Singapore dan Malaysia ,terasa sejuk kita menonton acaranya yang jauh masih sopan dan beradab.
Walau begitu masih ada siaran TV kita yang masih baik seperti acara si unyil yang penuh dengan pendidikan. acara islami lainnya.
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 09 February 2010 >>
SuMTW ThFSa
dot123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer