Bersolek Diri Selangit Harganya Belanja iklan seorang calon presiden bisa mencapai Rp 100 milyar. Iklan SBY di Kompas, yang kabarnya seharga Rp 500 juta, itu tentu saja dimaksudkan untuk membetot perhatian. SBY tak sendirian "bersolek diri" di Hari Kemerdekaan. Langkah serupa ditempuh dua pentolan PAN, Amien Rais dan Soetrisno Bachir. Lewat iklannya, Amien mengingatkan: "Merdeka bukan berarti membiarkan berjuta rakyat menderita." Dua pensiunan jenderal, Wiranto dan Prabowo Subianto, ikut memarakkan acara pembangunan citra. Walaupun, keduanya tidak secara khusus memanfaatkan suatu momen atau event. Jenderal (purn) Wiranto, Ketua Umum Partai Hanura, tampil di televisi dengan mencitrakan diri sebagai penyambung rasa rakyat miskin. Namun popularitas yang melambung berkat iklan bukanlah segala-galanya. Apalagi kalau menjadi bahan rujukan bakal sukses pada pemilihan presiden 2009. Sebab, berdasarkan temuan LSN, walau iklan televisi efektif mendongkrak popularitas, itu tidak memiliki korelasi dengan tingkat dukungan.
[Laporan Utama, Gatra Nomor 42 Beredar Kamis, 28 Agustus 2008] [ Print | Email ]
YANG HANGAT
Kasus Pembunuhan Asrori Kuasa Hukum Nilai Jaksa Ragu Jombang, 28 Agustus 2008 17:08 Kuasa hukum terdakwa Maman Sugianto alias Sugi, yang didakwa melakukan pembunuhan terhadap Asrori alias Aldo, menilai JPU terkesan ragu-ragu dalam mendakwa kliennya. [ Print | Email ]
Jajak Pendapat Masyarakat Tuntut Kawasan Tanpa Rokok Jakarta, 28 Agustus 2008 17:06 Jajak pendapat YLKI dan SIP, Kamis (28/8), mengungkapkan, mnasyarakat menuntut pemerintah memberlakukan aturan mengenai kawasan tanpa rokok secara nasional. [ Print | Email ]
Sepak Bola Liga Super Ulama Aceh Tolak Pertandingan Selama Ramadhan Banda Aceh, 28 Agustus 2008 16:12 Ulama Aceh menolak rencana pertandingan kompetisi sepak bola Liga Super di stadion Dimurthala, Lampineueng, Kota Banda Aceh, selama bulan Ramadhan 1429 H. [ Print | Email ]
"Gerakan Tolak Pemilu 2009" Puluhan Orang Berdemo Tolak Penghamburan Uang Jakarta, 28 Agustus 2008 16:02 Puluhan orang dari "Gerakan Tolak Pemilu 2009" berdemo di depan KPU Jakarta, Kamis (28/8), menolak pergelaran pemilu yang menghabiskan banyak uang rakyat. [ Print | Email ]
Peluncuran Nomor 28 Megawati: Thank You Bandarlampung, 28 Agustus 2008 15:48 Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri berterimakasih kepada wartawan yang dinilainya telah memberitakan dirinya, yang baik maupun yang buruk secara seimbang. [ Print | Email ]
Yudi Latif Neo-Depolitisasi Siapa pun yang punya kehendak untuk memimpin bangsa ini, tokoh tua ataupun muda, hendaklah mereka memiliki kesiapan "mengorbankan" dirinya demi "menyelamatkan" bangsanya. Hanya dengan cara itu, kepercayaan dan harapan rakyat pada politik dan republik bisa dipulihkan. [ Print | Email ]
Radhar Panca Dahana Ongkos Tinggi Demokrasi Ini... Tentu saja bukan para calon itu yang membayar? Partai politik? Juga bukan. Para cukong? Juga bukan. Kalaupun uang meluncur dari telapak tangan atau kas mereka, semua itu hanyalah medium atau perantara dari sumber uang yang sebenarnya, yang tidak lain adalah: rakyat semesta. [ Print | Email ]
Sisi Gelap Itu Jangan Ditutupi Tampaknya sudah menjadi aksioma bahwa setiap kekuasaan sering benar bersahabat dengan kekerasan. Agama dalam banyak kasus hanya dipakai untuk menopang sistem kekuasaan yang korup sekalipun. [ Print | Email ]