Hardi Masih Melukis, Mas Hardi? Apa kabar, Hardi? Di antara kegemarannya mengkritik sana-sini, ia tengah mempersiapkan karya baru yang berbicara mengenai hegemoni. Hardi menyinggung hegemoni itu lewat sket karya berjudul Republik Islam Indonesia 2015. Ini karya Hardi yang sedang dikerjakan. Karya ini akan dipamerkan di Yogyakarta bersama 48 seniman lainnya, 6 November nanti. Temanya, "potret diri". Selain melukis, ia juga menghadirkan wajah tokoh, seperti Jakob Oetama, Megawati, Amien Rais, Hidayat Nurwahid, Jusuf Kalla, dan Goenawan Mohamad. Semuanya berpakaian putih dengan serban ala Front Pembela Islam (FPI). Mereka dibalut pakaian khas FPI, kata Hardi, bukan karena fundamentalis Islam. Melainkan karena ia berusaha menunjukkan bahwa setiap orang juga punya potensi hegemonik. Hardi mengakui, tidak semua orang setuju dengan pendapat atau karya-karyanya. Tapi ia tidak ambil pusing. "Saya menunggu orang yang mengerti karya saya," katanya. Ia juga mengkritik karya-karya seni kontemporer yang mulai kehilangan gairah realitas sosial.
[Seni Rupa, Gatra Nomor 39 Beredar Kamis, 7 Agustus 2008] [ Print | Email ]
YANG HANGAT
Marissa: Artis Itu Vote Getter Bandung, 23 Agustus 2008 13:16 Calon anggota legislatif Partai Persatuan Pembangunan DPR RI dari Bandung, Marissa Haque, yakin jika dominasi kalangan selebritas digunakan sebagai vote getter yang ampuh untuk meraih suara. [ Print | Email ]
Liga Italia Serie A Kaká Absen di Awal Musim Milan, 23 Agustus 2008 13:12 Playmaker AC Milan asal Brasil, Kaká, akan absen di awal musim Liga Italia Serie A, setelah divonis memerlukan perawatan 15 hari atas cedera lututnya. [ Print | Email ]
Bola Basket Olimpiade Berakhir bagi Ginobili Beijing, 23 Agustus 2008 12:54 Bintang bola basket Argentina, Emanuel Ginobili, mengalami cedera dan tidak akan tampil pada pertandingan untuk memperebutkan medali perunggu menghadapi Lithuania, Minggu (24/8). [ Print | Email ]
DPR: KUR Jangan Dipolitisasi Solo, 23 Agustus 2008 12:44 Anggota Komisi VI DPR RI Aria Bima meminta program kredit usaha rakyat (KUR) jangan sampai dipolitisasi untuk kepentingan kampanye karena tujuan pengucuran KUR memberdayakan sektor riil. [ Print | Email ]
Sambungan Telepon di Tebet Terganggu Jakarta, 23 Agustus 2008 12:22 Sebanyak 2.493 satuan sambungan telepon di kawasan Tebet dan sekitarnya mengalami gangguan akibat putusnya empat kabel primer dengan total kapasitas 4.600 pasang kabel. [ Print | Email ]
"Visit Indonesia Year" Minim Informasi Tokyo, 23 Agustus 2008 11:58 Kampanye "Visit Indonesia Years" 2008 memang marak di Indonesia. Tetapi di Jepang, tak banyak orang yang tahu mengenai program pariwisata yang menargetkan mendatangkan turis asing sebanyak. [ Print | Email ]
Yudi Latif Neo-Depolitisasi Siapa pun yang punya kehendak untuk memimpin bangsa ini, tokoh tua ataupun muda, hendaklah mereka memiliki kesiapan "mengorbankan" dirinya demi "menyelamatkan" bangsanya. Hanya dengan cara itu, kepercayaan dan harapan rakyat pada politik dan republik bisa dipulihkan. [ Print | Email ]
Radhar Panca Dahana Ongkos Tinggi Demokrasi Ini... Tentu saja bukan para calon itu yang membayar? Partai politik? Juga bukan. Para cukong? Juga bukan. Kalaupun uang meluncur dari telapak tangan atau kas mereka, semua itu hanyalah medium atau perantara dari sumber uang yang sebenarnya, yang tidak lain adalah: rakyat semesta. [ Print | Email ]
Sisi Gelap Itu Jangan Ditutupi Tampaknya sudah menjadi aksioma bahwa setiap kekuasaan sering benar bersahabat dengan kekerasan. Agama dalam banyak kasus hanya dipakai untuk menopang sistem kekuasaan yang korup sekalipun. [ Print | Email ]