Kantin Kejujuran Jajan Jujur Anti-Korupsi Kantin kejujuran didirikan di beberapa sekolah. Berbeda dari kantin pada umumnya, kantin kejujuran adalah tempat semuanya serba self-service alias melayani diri sendiri. Tidak ada penjaga, tidak ada yang akan menerima dan menghitung uang kembalian jika ada. Semuanya dilakukan sendiri. Di situlah tantangannya. Para siswa dituntut jujur pada dirinya sendiri untuk tetap membayar makanan dan minuman yang dibelinya. Tujuannya, untuk pendidikan anti-korupsi. Ide kantin kejujuran ini bermula dari Komisi Pemberantasan Korupsi. Penyakit korupsi yang mencapai titik kronis di Indonesia cukup membuat puyeng para penegak hukum yang masih punya hati nurani. Pendidikan anti-korupsi tak tepat lagi diberikan kepada orang-orang yang telah menikmati jabatan atau mencicipi kekuasaan. Makin dini pendidikan moral diberikan, diharapkan makin tergerus juga keinginan untuk melakukan korupsi. Ide inilah yang kemudian diwujudkan beberapa pemerintah daerah, termasuk Bekasi. Ternyata masih ada yang iseng menilap.
[Pendidikan, Gatra Nomor 39 Beredar Kamis, 7 Agustus 2008] [ Print | Email ]
YANG HANGAT
Puput Novel Puput Masih Pikir-pikir Caleg Puput Novel dicalonkan Partai Golkar sebagai caleg pada Pemilu 2009. Partai berlambang beringin itu nampaknya masih mempercayai Puput, meski terbukti gagal menaklukkan ganasnya persaingan antar caleg pada tahun 2004 untuk daerah pemilihan Jawa Barat. "Saya masih belum tahu lagi, apakah saya akan ikuti caleg ini," tutur wanita berhidung mancung ini. [ Print | Email ]
Aryono Huboyo Djati Lagu Rahasia Yoyo-Chrisye Aryono Huboyo Djati (Yoyo), yang doktor biologi kelautan, adalah pencetak hits. Lagu pertama dan satu-satunya, Burung Camar, berhasil memenangkan festival, sekaligus melambungkan nama Vina Panduwinata. Ternyata, ada satu rahasia antara Yoyo dan Chrisye. Satu lagunya yang "keselip" berhasil ditemukan, lalu dirilis ke publik. [ Print | Email ]
Muhammad Yunus Gegas Angklung Muhammad Yunus Penerima Nobel Perdamaian 2006 Muhammad Yunus selalu tampil percaya diri di depan publik. Itu terjadi ketika Yunus didaulat bermain angklung di depan ratusan tamu. Sayang, Yunus tak mengikuti kor angklung sampai selesai. Namun di pertengahan koor, pembela kelompok pengusaha marjinal ini bergegas keluar, untuk memberikan keterangan pers. [ Print | Email ]
Donna Agnesia & Darius Sinathrya Pasangan Sporty Donna-Darius Donna Agnesia dan Darius Sinathrya dinobatkan sebuah produsen sepatu sebagai pasangan sporty. Mereka pun tampil berpasangan sebagai ikon produk tersebut. Olahraga bukan dunia asing bagi mereka. Maklum saja, mereka pertama bertemu saat jadi presenter sebuah tayangan langsung sepak bola. Kini mereka kembali dipasangkan. [ Print | Email ]
Alberthiene Endah Ulasan Selebritas Alberthiene Penulis Alberthiene Endah kembali mau menerbitkan buku. Setelah menulis biografi legenda musik Indonesia, Titiek Puspa, ia punya ide untuk menuangkan pengalamannya selama menjadi reporter media, khususnya tentang dunia selebritas. "Ada satu kamuflase yang dibentuk industri itu sendiri, yang juga harus diketahui masyarakat," ungkapnya. [ Print | Email ]
Ita Purnamasari Semangat Kembali Ita Purnamasari Ita Purnamasari kembali masuk dapur rekaman. Usai ia dan suaminya, Dwiki Dharmawan, merampungkan soundtrack film Syahadat Cinta, Ita mulai menyelesaikan album barunya, yang berisi tembang-tembang lawasnya. Perhatian penggemarnya yang menanyakan kapan dia bikin album baru, membangkitkan semangatnya untuk kembali berkarya. [ Print | Email ]
Yudi Latif Neo-Depolitisasi Siapa pun yang punya kehendak untuk memimpin bangsa ini, tokoh tua ataupun muda, hendaklah mereka memiliki kesiapan "mengorbankan" dirinya demi "menyelamatkan" bangsanya. Hanya dengan cara itu, kepercayaan dan harapan rakyat pada politik dan republik bisa dipulihkan. [ Print | Email ]
Radhar Panca Dahana Ongkos Tinggi Demokrasi Ini... Tentu saja bukan para calon itu yang membayar? Partai politik? Juga bukan. Para cukong? Juga bukan. Kalaupun uang meluncur dari telapak tangan atau kas mereka, semua itu hanyalah medium atau perantara dari sumber uang yang sebenarnya, yang tidak lain adalah: rakyat semesta. [ Print | Email ]
Sisi Gelap Itu Jangan Ditutupi Tampaknya sudah menjadi aksioma bahwa setiap kekuasaan sering benar bersahabat dengan kekerasan. Agama dalam banyak kasus hanya dipakai untuk menopang sistem kekuasaan yang korup sekalipun. [ Print | Email ]