P.K. Ojong dan Jakob Oetama Membuka Isolasi Mencerdaskan Bangsa P.K. Ojong dan Jakob Oetama adalah tokoh penting dalam dunia penerbitan dan percetakan. Yang satu sangat teliti dan penuh perhitungan, yang lainnya pandai memainkan strategi pengaturan sumber daya manusia. Mereka bergabung menjadi kekuatan yang tak bisa dibendung oleh zaman. Kiprah Ojong dan Jakob tak berhenti di Intisari. Sebuah ide dilontarkan Jenderal A. Yani kepada Frans Seda agar kalangan Katolik memiliki sebuah koran untuk mengimbangi sepak terjadi PKI dan kawan-kawannya. Presiden pertama RI itu lalu menanyakan nama koran yang bakal diterbitkan Seda. Bung Karno malah memberi nama, yang kemudian abadi hingga sekarang: Kompas. Ketika nama itu disodorkan kepada para pengurus yayasan, tak ada yang keberatan sama sekali. Dengan modal awal Rp 100.000 --sebagian merupakan uang Intisari-- pada 28 Juni 1965 Kompas nomor percobaan terbit perdana. Dengan oplah yang makin meningkat, tentu memiliki percetakan sendiri menjadi keharusan. Inilah yang kemudian mendorong Ojong dan Jakob mendirikan percetakan sendiri.
[Pionir Masa Lalu, Gatra Edisi Khusus Beredar Kamis, 14 Agustus 2008] [ Print | Email ]
YANG HANGAT
IBM Kembangkan Produk Ramah Lingkungan Perusahaan solusi di bidang Teknologi Informasi (TI), IBM, kini mengembangkan produk dan jasa yang ramah lingkungan. Mulai dari mendaurulang hingga jasa konsultasi ruang server hemat energi. [ Print | Email ]
Mabes Polri Panggil Rizal Ramli Jakarta, 14 Agustus 2008 15:42 Ketua Komite Bangkit Indonesia (KBI), Rizal Ramli, dipanggil Mabes Polri sebagai saksi kasus unjuk rasa anarkis, yang menyeret sekjennya, Ferry Joko Yuliantono, sebagai tersangka. [ Print | Email ]
Wiranto: Hanura Belum Bicara Capres Jakarta, 14 Agustus 2008 15:38 Ketua Umum DPP Partai Hanura, Wiranto, mengatakan bahwa partainya masih fokus pada konsolidasi untuk pendaftaran caleg, belum membicarakan masalah capres. [ Print | Email ]
TransJakarta Tabrak Mati Seorang Perempuan Jakarta, 14 Agustus 2008 15:28 Tutiana, 31 tahun, tewas seketika tertabrak bus TransJakarta yang melaju kencang, saat menyeberang Jalan Otista Raya. Menambah panjang korban tabrak bus di jalur khusus itu. [ Print | Email ]
Jelang Eksekusi Amrozi Pengamanan Nusakambangan Makin Diperketat Cilacap, 14 Agustus 2008 13:54 Menjelang eksekusi trio terpidana mati bom Bali Amrozi dkk, yang diperkirakan dilaksanakan sebelum puasa, pengamanan Nusakambangan, semakin diperketat. [ Print | Email ]
Korban Pembunuhan Berantai Sebulan di Kamar Jenazah, Mr X Belum Dikenali Surabaya, 14 Agustus 2008 13:14 Jenazah Mr X, korban pembunuhan berantai tersangka Ryan, sudah sebulan ini belum diketahui identitasnya. Laki-laki, usia 20-30 tahun, ras mongoloid, pakai kalung dan gelang. [ Print | Email ]
Yudi Latif Neo-Depolitisasi Siapa pun yang punya kehendak untuk memimpin bangsa ini, tokoh tua ataupun muda, hendaklah mereka memiliki kesiapan "mengorbankan" dirinya demi "menyelamatkan" bangsanya. Hanya dengan cara itu, kepercayaan dan harapan rakyat pada politik dan republik bisa dipulihkan. [ Print | Email ]
Radhar Panca Dahana Ongkos Tinggi Demokrasi Ini... Tentu saja bukan para calon itu yang membayar? Partai politik? Juga bukan. Para cukong? Juga bukan. Kalaupun uang meluncur dari telapak tangan atau kas mereka, semua itu hanyalah medium atau perantara dari sumber uang yang sebenarnya, yang tidak lain adalah: rakyat semesta. [ Print | Email ]
Sisi Gelap Itu Jangan Ditutupi Tampaknya sudah menjadi aksioma bahwa setiap kekuasaan sering benar bersahabat dengan kekerasan. Agama dalam banyak kasus hanya dipakai untuk menopang sistem kekuasaan yang korup sekalipun. [ Print | Email ]