Tujuh Gurita Memburu Laba Dana US$ 3 trilyun siap ditanam di berbagai belahan dunia. Tahun 2015, jumlahnya diperkirakan mencapai US$ 12 trilyun. Di samping Jepang dan Brasil, puluhan negara sedang berlomba mendirikan badan pengelola dana kekayaan negara. Ini bukan dana biasa --seperti cadangan devisa negara-- yang lazim dikendalikan bank sentral atau otoritas moneter. Simon Johnson, Direktur Departemen Riset IMF, mendefinisikan SWF sebagai aset dalam bentuk mata uang asing yang dimiliki suatu pemerintahan. Dana yang sepenuhnya dimiliki suatu negara itu bisa juga berasal dari pembayaran atas sumber daya alam, pajak, atau dana pensiun. Umumnya, dana kekayaan negara itu dibentuk ketika pemerintah memiliki surplus anggaran di satu sisi dan utang internasional yang kecil. Pengalaman juga membuktikan, banyak lembaga keuangan dunia yang berpaling ke dana kekayaan negara itu ketika mereka diterpa badai kredit macet perumahan. Tinggal sekarang, negara atau institusi calon penerima dana itu menimbang mana yang lebih diutamakan. Dari situ, barulah bisa disimpulkan, apakah para pengelola dana kekayaan negara tersebut “iblis atau malaikat”.
[Laporan Utama, Gatra Nomor 35 Beredar Kamis, 10 Juli 2008] [ Print | Email ]
Nelayan Cilacap Temukan Korban Mutilasi Cilacap, 10 Juli 2008 14:02 Sesosok mayat laki-laki bagian perut ke bawah, yang diduga korban multilasi, Kamis (10/7), ditemukan nelayan, 10 meter dari bibir pantai Rawajarit, Kabupaten Cilacap. [ Print | Email ]
Soal Muhaimin Gus Dur Tuntut Pertanggungjawabkan Rp 13 Miliar Depok, 10 Juli 2008 13:54 Ketua Dewan Syuro DPP PKB Gus Durmengatakan, Muhaimin Iskandar harus mempertanggungjawabkan uang Rp 13 miliar. Tapi ia enggan menjelaskan soal dana yang dimaksud. [ Print | Email ]
KPK Cari Bukti Enam Penyidik Geledah Ruang Kerja Bulyan Royan Jakarta, 10 Juli 2008 13:50 Enam penyidik KPK menggeledah ruang kerja Anggota F-PBR DPR Bulyan Royan, untuk mencari bukti yang memperkuat dugaan korupsi pengadaan kapal patroli Dephub. [ Print | Email ]
Amrozi Dkk Siap Dieksekusi Cara Islam Cilacap, 10 Juli 2008 12:56 Tiga terpidana mati kasus bom Bali I, masing-masing Amrozi, Imam Samudra, dan Mukhlas, menyatakan siap menjalani eksekusi mati, sesuai hukum Islam. [ Print | Email ]
KPK Geledah Sekretariat Komisi V DPR RI Jakarta, 10 Juli 2008 12:44 Para penyidik KPK, Kamis pagi, menggeledah ruang Sekretariat Komisi V, di Gedung Nusantara V DPR, terkait kasus dugaan suap terhadap anggota Komisi V Bulyan Royan. [ Print | Email ]
Radhar Panca Dahana Indonesia Bergerak Sebagai bangsa yang beradab, sesungguhnya kita mudah memahami hal itu dan menghentikan kebodohan-kebodohan yang kita lakukan selama ini. Saatnya manusia Indonesia bangkit dan bergerak. Menyadari persoalan serta di mana substansi dan solusi sesungguhnya yang harus diambil. [ Print | Email ]
Sarlito Wiryawan Sarwono Ini Polri Baru, Ini Baru Polri Kebudayaan ''Siap, nDan!'' adalah kebiasaan yang dibawa sejak zaman ABRI yang masih melekat pada banyak anggota polisi sekarang. Suatu sikap yang taat pada atasan dan tunggu perintah. Pendeknya, sikap militer yang membuat anggota itu pasif, tidak berani berinisatif, apalagi berinovasi. [ Print | Email ]
Yudi Latif Diadu di Monas Pelajaran moral dari kasus ini sekali lagi menegaskan bahwa kekerasan tidak pernah membawa maslahat, malah membawa efek bumerang yang menghancurkan. Semua kelompok harus rendah hati untuk tidak mengklaim sebagai satu-satunya pembela kebenaran. [ Print | Email ]