Pemerintah kolonial Belanda menciptakan bentuk budaya dominasi tanpa hegemoni. Kebudayaan kolonial Belanda ternyata memiliki beragam segi dan pluralistik. Sebab kebudayaan kolonial Belanda yang diterapkan di Indonesia berbeda dibandingkan dengan di negeri jajahan lainnya, bahkan dengan negeri asalnya. Ini mungkin bisa menjawab pertanyaan mengapa bangsa sekecil Belanda dan dinilai tak begitu penting secara politik di Eropa ini mampu mendominasi peradaban-peradaban tua seperti di Jawa dan Bali. Dalam konteks inilah, Frances Gouda berupaya memaparkan cara Belanda menjajah dan gaya penjajahannya yang unik. Bukan saja uraian praktek penjajahan, Gouda juga menggali dampak budayanya yang hingga kini masih terasa. Hubungan antara perempuan pribumi dan pria kulit putih tak bisa dihindari. Gouda memaparkan tradisi pergundikan yang sudah lama mengakar. Banyak perempuan pribumi bekerja sebagai nyai. Dalam kisah rakyat, nyai layaknya "kamus berjalan" yang multifungsi bagi pria-pria kulit putih, walau kenyataannya itu fantasi kolonial belaka. Praktek pergundikan di tanah jajahan sudah melembaga sejak 1652.
[Buku, Gatra Nomor 41 Beredar Kamis, 23 Agustus 2007] [ Print | Email ]
YANG HANGAT
Insiden Pemukulan Donald Permintaan Maaf PM Badawi Sudah Cukup Gianyar, 31 Agustus 2007 20:58 Jubir Kepresidenan Dino Pati Djalal menyatakan, cukuplah sudah melalui permintaan maaf PM Malaysia Badawi ke Presiden Yudhoyono per telepon, terkait pemukulan wasit karate Indonesia oleh polisi-polisi Malaysia. [ Print | Email ]
Unjuk Rasa di Kedubes Malaysia Teriakan "Ganyang Malaysia!" Berkumandang Jakarta, 31 Agustus 2007 18:06 Puluhan orang dari sebuah lembaga swadaya masyarakat berunjuk rasa sambil berteriak, "Ganyang Malaysia!", pada aksi damai yang mereka lakukan di depan kantor Kedutaan Besar Malaysia. [ Print | Email ]
Temuan Sudin Peternakan & Perikanan Ayam Bangkai Dijual di Kemayoran Jakarta, 31 Agustus 2007 17:28 Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Pusat mendapatkan puluhan ekor ayam bangkai yang dijual dengan bebas oleh seorang pedagang di Pasar Serdang, Kemayoran. [ Print | Email ]
Insiden Penandukan Materazzi: Saya Melakukan Kesalahan Roma, 31 Agustus 2007 16:54 Bek Italia, Marco Materazzi, menyatakan bahwa dirinya telah melakukan kesalahan saat berselisih dengan gelandang Prancis, Zinédine Zidane, saat kedua negara itu bertemu di final Piala Dunia 2006. [ Print | Email ]
Marty Natalegawa Digeser ke PBB London, 31 Agustus 2007 16:24 Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia, Marty Natalegawa, akan menempati pos baru menjadi Kepala Perutusan Tetap RI di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat. [ Print | Email ]
Otomotif - F1 Singapura Mulai Bangun Fasilitas F1 Singapura, 31 Agustus 2007 16:20 Singapura memulai pekerjaan membangun sejumlah fasilitas untuk perhelatan internasional balap mobil Formula 1, yang menurut rencana akan digelar pada 1 September 2008. [ Print | Email ]
Yudi Latif Menghikmati Kemerdekaan Peringatan kemerdekaan harus jadi wahana untuk menguatkan kembali komitmen kebangsaan pada cita-cita dan tujuan politik. Setelah 62 tahun proklamasi dikumandangkan, perjuangan kemerdekaan masih jauh dari tuntas. [ Print | Email ]
Islam di Tangan Erdogan Tetapi Erdogan tidak kehilangan akal. AKP cepat mendukung upaya amendemen konstitusi yang membuka jalan baginya untuk jadi perdana menteri, dan berhasil. Pada Maret 2003 ia dilantik jadi perdana menteri. [ Print | Email ]
Radhar Panca Dahana Bersekutu dengan Waktu Berbagai pihak ingin segalanya terjadi cepat, kalau bisa pada saat ini juga. Ingin demokrasi bebas, langsung praktek. Untuk itu, amandemen konstitusi segera. Ingin pemilu langsung, aplikasikan segera, tahun ini juga. [ Print | Email ]