Gerilya Jual-Beli Pasal BI Bank Indonesia diduga menyuap anggota DPR untuk memuluskan beberapa RUU menjadi undang-undang. ICW bergegas melaporkan dugaan suap itu ke KPK. "Saya kira, aliran dana ini upaya untuk mempengaruhi proses perundangan, khususnya RUU Lembaga Penjaminan Simpanan yang pada saat itu dibahas DPR," kata Teten Masduki, koordinator ICW. "Jadi, ada motif," ia menambahkan. Ketika melapor, Teten juga membawa dokumen yang isinya membuat kalangan petinggi BI gerah. Dokumen itu berupa lembar disposisi pejabat dan pertanggungjawaban pengeluaran dana dari BI kepada DPR. Teten Masduki menilai, "jual-beli" pasal di DPR sudah termasuk lazim terjadi dalam proses sebuah paket RUU atau anggaran. "Saya pikir, hal seperti itu bukan problem di BI saja, bisa terjadi di mana saja dengan lembaga siapa saja," katanya kepada Anthony dari Gatra. BI menilai dokumen yang dipakai sebagai acuan dugaan suap tidak otentik. BI secara resmi juga membantah isi dokumen yang diserahlan ICW ke KPK itu. "Itu merupakan isu semata. Sederhana pengertian saya, karena dokumen yang beredar bukan dokumen yang otentik. Berbeda dengan dokumen yang dimiliki BI.
[Laporan Utama, Gatra Nomor 39 Beredar Kamis, 10 Agustus 2007] [ Print | Email ]
Bagir: Jabatan Hakim Adalah "Jabatan Diam" Jakarta, 15 Agustus 2007 15:00 Ketua MA Bagir Manan mengingatkan kepada para hakim agung yang baru dilantik bahwa jabatan hakim adalah jabatan diam; tidak membicarakan pekerjaannya ke publik. [ Print | Email ]
FKI-1 Dukung Siti Nurbaya Jadi Mendagri Jakarta, 15 Agustus 2007 14:48 Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) mengusulkan nama Doktor Siti Nurbaya, mantan Sekjen Depdagri, menjadi Mendagri, menggantikan M. Ma'ruf yang sakit. [ Print | Email ]
Yudi Latif Kesempatan dalam Kesempitan Di masa depan, iklim berusaha di daerah itu akan lebih sehat jika otoritas regulasi negara berjalan secara fungsional dan proporsional, korupsi diberantas, dan pelayanan publik diperbaiki. [ Print | Email ]
Faktor Islam Ketika umat sedang diracuni oleh proses pembusukan yang parah dari dalam, ketika itu pulalah musuh luar semakin bergairah melemahkan, jika bukan menghancurkan kita, kemudian "merampok" kekayaan kita. [ Print | Email ]
Radhar Panca Dahana Tangisan Presiden Sebagaimana posisi dan perannya, tangisan presiden pun memiliki kelas dan maqam-nya sendiri. Seperti tangis seorang kiai berbeda dengan tangis santrinya ketika mereka tenggelam dalam doa. [ Print | Email ]